Selasa 5 Nopember 2019, Departemen Klinik Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali Mengadakan Pengabdian Masyarakat bertempat di lokasi Pengembangan Model Pertanian Bioindustri Desa Antapan, Kec. Baturiti, Tabanan.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari BKKH ke-36 dan HUT FKH ke-22. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sektor kesehatan hewan. Acara diisi dengan penyuluhan yang diisi oleh para profesor (profesor turun gunung) dan pelayanan kesehatan ternak sapi.

Adapun anggota kelompok yang mengikuti yaitu anggota kelompok tani Setia Makmur dan kelompok tani Labak Lestari.





Sebelum diadakan penyuluhan Kasi KSPP BPTP Bali memberikan gambaran tentang pelaksanaan program model pertanian Bioindustri yang dilaksanakan di daerah ini.
Pimpinan rombongan FKH Dr. Ngurah Sudisma berharap sinergi dengan BPTP Bali ini dapat berkelanjutan, sehingga hasil-hasil riset yang dihasilkan di FKH diharapkan dapat dikaji lebih lanjut untuk mendukung pembangun sektor pertanian.
Kegiatan penyuluhan yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Drh. Nyoman Sadra Dharmawan, MS dengan materi mengenai Manajemen Pemeliharan Pada Sapi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Drh. Ida Bagus Komang Ardana, M.Kes., Penyakit Pada Sapi Bali oleh Prof. Dr. Drh. I Nyoman Suartha, M.Si., dan Reproduksi Pada Sapi Bali yang disampaikan oleh Dr. Drh. I Gusti Ngurah Bagus Tri Laksana. Penyuluhan ini dihadiri oleh 20 Anggota kelompok Tani Setia Makmur dan Labak Lestari. 





Ketua Kelompok Tani Setia Makmur yaitu Bapak Wayan Widana menyampaikan bahwa pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat bagi kelompok tani ini yang dimana dicanangkan akan sebagai Tempat Agrowisata. Selain itu Bapak Wayan juga mengatakan bahwa mereka sangat menantikan kerja sama dengan FKH untuk kegiatan kedepan. Setelah sesi penyuluhan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dimana para peternak menyampaikan kasus-kasus yang sering mereka temukan di lapangan seperti: Mastitis, Berak Kapur, Bloat, Diare Berdarah, serta Kelumpuhan. Selain mengenai penyakit peternak juga menanyakan mengenai kasus infertilitas pada sapi bali betina. 

Setelah kegiatan diskusi, acara dilanjutkan dengan kegiatan pelayanan kesehatan ternak serta pemeriksaan kebuntingan. Pada kegiatan pelayanan kesehatan hewan yang meliputi pemberian vitamin, obat cacing, spraying, dan penyemprotan antibiotik semprot kepada 50 ekor sapi serta dilakukan pemeriksaan kebuntingan sebanyak 5 ekor sapi bali betina.