Kuliah Umum Patologi Forensik pada Satwa Liar

Jumat (18/11). Pagi ini adalah pagi yang sangat istimewa. Pasalnya, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana kedatangan tamu istimewa dari Gifu University, Jepang. Adalah Tokuma Yanai, seorang Board-Asian Society of Conservation Medicine memberikan kuliah umum mengenai Pathology Forensic in Wildlife di Ruang Sidang Lt.1 Gedung Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Menariknya lagi, kegiatan ini dihadiri oleh banyak peserta yang terdiri dari sejumlah mahasiswa , mahasiswa Co-ass, serta beberapa dosen pun turut hadir menyimak materi yang disampaikan. Ketertarikan dan keantusiasan peserta pada kuliah umum ini sangat tinggi. Beberapa pertanyaan pun dilemparkan peserta pada pemateri mengingat materi yang disampaikan sangat penting dan menarik. “Dalam kuliah umum ini banyak hal yang sebelumnya belum di ketahui menjadi tahu. Menurut saya ini sangat menarik, dan sangat bermanfaat. Banyak kasus2 patologi yang berkembang sampai saat ini. Dan penting untuk diketahui bahwa penentuan penyebab kematian hewan berdasarkan pemeriksaan nekropsi. Banyak ilmu lebih yang didapatkan dalam kuliah umum ini. Salah satunya ada perkembangan virus baru yaitu Equine Herpesvirus-9 yang menyerang hewan dan masih belum dilaporkan kejadiannya apakah bersifat zoonosis atau tidak. Hal ini perlu penelitian lebih lanjut.“ ujar Mia Karlina, salah satu mahasiswa semester V. Selain memberikan kuliah umum, tujuan utama Tokuma Yanai datang yaitu untuk menjalin kerja sama antara FKH Unud dengan Asian Society of Wildlife Medicine. “Tujuan utamanya yaitu inisiasi kerja sama acara meeting tahunan Asosiasi Wildlife di Bali pada tahun 2018 yang akan datang.” tambah drh. I Made Kardena, MVS sebagai moderator pada kuliah umum tersebut. Seiring berjalannya waktu, semoga kerja sama FKH dengan Asian Society of Wildlife Medicine berjalan lancar. "Harapan kedepannya semoga kuliah umum ini terus berlanjut, karena dengan kondisi seperti ini kita bisa sharing permasalahan seputar kedokteran hewan, tidak hanya lingkup nasional tetapi lingkup international khususnya di Asia. Semoga kerjasama antara ASZWM dapat terlaksana dan sukses di tahun 2018 mendatang. Dan harapan kedepannya mahasiswa fkh Unud dapat bergabung dalam asosiasi tersebut." tambah Mia Karlina. Dengan bertambahnya ilmu pengetahuan, bertambah pula kesempatan dan peluang kita sebagai mahasiswa untuk meraih masa depan di bidang Kedokteran Hewan. Diharapkan semua mahasiswa mengambil pelajaran dari apa yang disampaikan pada kuliah umum ini. Buka wawasan seluas-luasnya, regup ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya, jadikan tantangan sebagi peluang. Bukan tentang seberapa banyak ilmu yang kau dapatkan, tapi seberapa banyak ilmu pengetahuan yang kau amalkan. (Novi)