Dr. drh. I Wayan Suardana, M.Si Sebagai 10 Besar Peneliti Merck-i3L Life Sciences Award

Dr. drh. I Wayan Suardana, M.Si Salah satu dosen pada Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana cukup berbangga hati karena masuk salah satu dari 10 besar peneliti dalam kegiatan Merck-i3L Life Sciences Award – kompetisi yang diselenggarakan sebagai penghargaan bagi para ilmuwan Indonesia dalam mengembangkan pengetahuan dan produk-produk baru di bidang life sciences. Merck, perusahaan sains dan teknologi terdepan, bekerja sama dengan Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L), institusi pendidikan tinggi dan riset life science premium, pada tanggal 30 Nov 2016 mengumumkan pemenang Merck-i3L Life Sciences Award – kompetisi yang diselenggarakan sebagai penghargaan bagi para ilmuwan Indonesia dalam mengembangkan pengetahuan dan produk-produk baru di bidang life sciences. Para pemenang tersebut adalah Prof. Dr. dr. Loeki Enggar Fitri, M.Kes., Sp.ParK (Universitas Brawijaya) untuk risetnya yang berjudul Analysis of Eponemycin (?’-?’ epoxyketone) Analogous Compounds from Streptomyces hygroscopicus subsp. Hygroscopicus Extracts and Its Anti-Plasmodial Activity dan Dr. Riza Arief Putranto, DEA (LIPI) untuk risetnya yang berjudul Development of Protease Inhibitor-Based Antimicrobial Agent From Hevea brasiliensis (Rubber Tree) Latex. Kompetisi tersebut dibuka untuk seluruh ilmuwan warga negara Indonesia, baik ilmuwan profesional, mahasiswa pascasarjana dan pengajar; dan ilmuwan dari institusi negara maupun swasta. Dr. Martin Feulner, Presiden Direktur PT Merck Chemicals and Life Sciences mengatakan rasa terima kasihnya kepada seluruh ilmuwan Indonesia yang telah mengikutsertakan riset ilmiahnya dalam Merck-i3L Life Sciences Award. Mereka percaya riset ini akan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk dan jasa inovatif yang terus meningkat. Merck telah terbukti memiliki rekam jejak dalam bidang life science, dan mereka berkomitmen untuk selalu mendukung para ilmuwan dalam berinovasi, sekarang dan juga di masa yang akan datang. Matteo Morello, Ph.D, Director of Academic Affairs at i3L berujar "Berkolaborasi bersama Merck dalam Merck-i3L Life Sciences Award merupakan sebuah bentuk komitmen kami untuk melahirkan ilmuwan-ilmuwan baru yang dapat memberikan manfaat positif bagi kehidupan masyarakat melalui inovasinya di bidang sains.” Proses seleksi dilakukan oleh dewan juri berdasarkan beberapa parameter, diantaranya: proses dan eksekusi riset, kreativitas dan keaslian ide (orisinalitas), serta potensi pengaruh penelitian bagi kehidupan masyarakat dan industri life sciences. “Terlepas dari potensi life science yang sangat tinggi di negara kita, penelitian ilmiah yang dilakukan oleh ilmuwan Indonesia masih tergolong sedikit. Merck-i3L Life Sciences Award merupakan kesempatan berharga bagi para ilmuwan life science Indonesia untuk unjuk gigi. Saya optimis akan semakin banyak ilmuwan Indonesia yang akan mengikuti kompetisi life sciences di masa yang akan datang,” ungkap Prof. dr. Amin Subandrio W. Kusumo, Ph.D., SpMK selaku Ketua Dewan Juri Merck-i3L Life Sciences Award. Para dewan juri memilih 30 semifinalis untuk memamerkan poster riset mereka di upacara penutupan Merck-i3L Life Sciences Award yang diadakan di Kampus i3L. Setelah pameran poster, para dewan juri akan memilih empat finalis untuk mempresentasikan riset mereka di depan para dewan juri dan penonton dari kalangan akademisi, perusahaan swasta, media, dan para pemangku kepentingan terkait. Dua pemenang utama berhak mendapatkan hadiah berupa produk dan uang dengan total nilai enam puluh juta rupiah. Daftar Nama Juri Merck-i3L Life Sciences Award[/caption]