Tugas Akhir

HUBUNGAN ANTARA JUMLAH TELUR DENGAN JUMLAH CACING ASCARIS SUUM PADA BABI LOKAL

Skripsi

Abstrak

Oleh : Bintang Tamtaz Aprisko

Email : ztamtaz@yahoo.co.id

Fakultas / Jurusan : Fakultas Kedokteran Hewan / S1 Pendidikan Dokter Hewan

Usaha peternakan babi di Bali berkembang cukup pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan nilai gizi masyarakat khususnya yang berasal dari protein hewani. Peternakan babi mengalami kendala penyakit cacing, salah satu cacing yang sering menginfeksi babi yaitu Ascaris suum (A. suum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang prevalensi infeksi cacing A. suum dan hubungan antara jumlah telur (EPG) dengan jumlah cacing Ascaris suum pada babi. Sampel yang diteliti sebanyak 50 saluran pencernaan babi lokal, kemudian dihitung jumlah telur (EPG) dengan metode Mc. Master dan jumlah cacing A. suum. Berdasarkan penelitian, didapatkan 19 ekor babi terinfeksi cacing A. suum dengan prevalensi sebesar (38%), 10 ekor babi jantan (35,7%) dan 9 ekor babi betina (40,9%). Hasil pemeriksaan tinja dengan metode Mc. Master ditemukan rata-rata jumlah telur cacing A. suum (EPG) sebanyak 648 + 2.495 butir, pada babi jantan sebanyak 189 + 429 butir dan pada babi betina sebanyak 1.232 + 3.695 butir. Jumlah cacing A. suum yang menginfeksi babi sebanyak 160 ekor, 65 ekor cacing jantan dan 95 ekor cacing betina. Berdasarkan uji regresi-korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat (p<0,01) dengan (koefisien korelasi sebesar, R: 0,989), dengan nilai koefisien determinan sebesar R2: 0,978. Hasil uji regresi korelasi didapatkan persamaan regresi (Y=0,22+0,005xEPG).

Kata kunci : -

Download : -