Tugas Akhir

PENGGUNAAN CRUDE ANTIGEN CYSTICERCUS CELLULOSAE UNTUK MENENTUKAN SEROPREVALENSI SISTISERKOSIS PADA BABI

Skripsi

Abstrak

Oleh : Dewa Ketut Raeyadi Purnama Stelen AR

Email : Rae_Purnama@yahoo.com

Fakultas / Jurusan : Fakultas Kedokteran Hewan / Profesi Dokter Hewan

Sistiserkosis merupakan penyakit zoonotik parasitik yang penting pada hewan dan manusia. Babi merupakan inang antara bagi perkembangan cacing ini dan dapat bertindak sebagai penular penyakit kepada manusia.Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan Crude antigen Cysticercus cellulosae dari isolat lokal untuk menentukan seroprevalensi sistiserkosis pada babi dengan metode Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Larva cacing pita babi (Cysticercus cellulosae) sebanyak 10 gram dibuat suspensi dengan larutan Phosphate Buffer Solution (PBS), kemudian kadar protein antigen Cysticercus cellulosae diukur dengan Q-fluorometer. Optimalisasi uji ELISA dilakukan untuk mendapatkan pengenceran tertinggi dari antigen, serum, dan konjugat. Sembilan puluh tiga sampel serum babi asal Lembah Baliem, Papua dikirim dalam box pendingin, kemudian ditentukan seroprevalensi sistiserkosis dengan uji ELISA. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar protein antigen Cysticercus cellulosae sebesar 876 g/ml, pengenceran antigen Cysticercus cellulosae tertinggi 100 g/ml, pengenceran tertinggi serum babi 1 : 50, dan pengenceran tertinggi konjugat 1 : 2000. Seroprevalensi sistiserkosis pada Lembah Baliem, Papua sebesar 59,14 %. Disarankan untuk melakukan monitoring dan surveilens sistiserkosis pada babi secara berkala untuk mencegah dan mengendalikan penyakit ini.

Kata kunci : -

Download : File 1 File 2 File 3